Select Page

Dokter, apa yang menyebabkan kaki saya sering kram di waktu pagi (pukul 04.00-05.00 Wita)? Terima kasih.

Ngr A, Gianyar
08199945xxxx

Jawaban:

KRAM pada kaki terutama saat tidur malam atau menjelang bangun pagi hari, sering dikenal dengan istilah nocturnal leg cramps. Keluhan itu dapat dialami semua orang. Kejadian ini meningkat seiring bertambah usia, terutama di atas 50 tahun. Namun bisa pada dewasa muda dan anak-anak. Penelitian menyebutkan, sekitar 40% yang mengalami kram di malam hari sering kambuh setidaknya tiga kali per minggu. Kram pada kaki ditandai ketegangan otot tiba-tiba, sering pada kaki, betis, atau paha. Berlangsung beberapa detik sampai menit. Kram bisa menghilang dengan peregangan yang kuat pada otot yang terkena. Hal ini tentu saja mengganggu karena dapat menimbulkan nyeri dan gangguan tidur.

Adapun penyebabnya sering kali idiopatik (tidak diketahui dengan pasti), adanya gangguan struktural seperti kaki datar dan lutut yang membengkok ke belakang. Bisa juga berhubungan dengan berkurangan volume carian ekstraselular (seperti misalnya penggunaan obat diuretik) dan gangguan elektrolit. Duduk yang terlalu lama, dengan posisi kaki yang tidak benar selama aktivitas berhubungan dengan kejadian munculnya kram pada kaki. Gangguan metabolik yang berhubungan dengan kram pada kaki termasuk diabetes (kencing manis), hipoglikemia, alkoholism, hipotiroid, dan myopati metabolik. Ada juga kram otot yang muncul setelah latihan atau aktivitas fisik.

Dalam bidang saraf (neurologi) ada beberapa kondisi yang sering disertai kram kaki. Seperti penyakit Parkinson, miopati, neuropati, radikulopati, dan gangguan motor neuron. Tentu saja perlu wawancara dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan kondisi di atas. Selama tidak disertai dengan gejala lain seperti tremor, otot yang mengecil, rasa kebas, kesemutan, nyeri yang menjalar, kelemahan pada tungkai, kecil kemungkinan mengalami kondisi di atas.

Penanganan dan pencegahan kram pada kaki dimulai dengan penanganan nonfarmakologi atau tanpa obat. Pada saat kram muncul, kram dapat hilang dengan sendirinya. Bisa juga dibantu dengan meregangkan otot yang kram. Untuk mencegah kram lanjutan, gunakan saja untuk berjalan diikuti berbaring sambil sedikit meninggikan posisi kaki. Dapat juga dengan mengalirkan air hangat pada daerah kram selama 5 menit. Untuk mencegah kram di kemudian hari, harus dikenali apa yang mencetuskan seperti memperbaiki posisi kaki ketika duduk lama, melakukan pemanasan sebelum latihan, menggunakan selimut saat tidur, minum air yang cukup, menghindari alkohol dan kopi juga dikatakan membantu. Beberapa penelitian mengatakan konsumsi Vitamin B complex dapat memberi manfaat. Kenali juga obat-obat yang dapat menyebabkan kram. Untuk itu konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang mungkin sedang dikonsumsi.

dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S
Dokter Spesialis Penyakit Saraf, Magister Biomedis

——ooOoo——

Tanya-jawab di atas dimuat di rubrik Bincang-Bincang Medis (BBM) koran Bali Post No 82 tahun ke-67, Selasa Wage, 11 November 2014, hal. 22

balipost-kram-11-nov-2014

Klik gambar untuk memperbesar tampilan