Select Page

Bila anda mengalami kesemutan, rasa tebal, atau nyeri pada telapak dan jari-jari tangan, dan bahkan mulai merasa lebih lemah ketika menggenggam berhati-hatilah, mungkin saja anda mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

CTS merupakan kumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh penekanan pada saraf medianus yang berjalan melalui terowongan carpal. Pasien biasanya akan mengalami gejala seperti di atas, sesuai dengan area yang dipersarafi oleh saraf medianus. CTS cukup sering dijumpai dalam praktek sehari-hari.

carpal_tunnel

Meski gejala biasanya terbatas pada daerah yang dipersarafi oleh saraf medianus, tidak jarang rasa nyeri dan kesemutan hanya pada pergelangan tangan, atau malah seluruh tangan. Gejala sensorik dapat menjalar sampai lengan bawah (di bawah siku). Gejala CTS biasanya memburuk pada malam hari dan sering membuat pasien terbangun dari tidur. Aktivitas yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada tangan dan pergelangan tangan dapat memperberat gejala. Dengan mengibas-ngibaskan tangan, atau mengaliri tangan dengan air hangat dikatakan dapat mengurangi gejala CTS.

Median_sensory_territory

Pemeriksaan pasien CTS

Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk memperkuat dugaan CTS. Dari pemeriksaan fisik, perlu dinilai kekuatan otot-otot terutama pada jari-jari tangan. Beberapa test seperti test Phalen dan Tinel dapat digunakan untuk memunculkan gejala CTS ini.

test_tinel_carpal_tunnel

Test Tinel – Pada pasien CTS, menekan tempat perjalanan saraf medianus di pergelangan tangan dapat menimbulkan nyeri dan/atau kesemutan

Pemeriksaan elektrodiagnosis wajib dilakukan untuk memastikan CTS sekaligus untuk melihat seberapa kerusakan yang terjadi pada saraf. Hal ini penting untuk penanganan, maupun menyampaikan bagaimana proses penyembuhan CTS ini kedepannya (prognosis).

Apakah CTS harus dioperasi?

Ada beberapa pilihan yang tersedia untuk penanganan pasien dengan CTS, yang tergantung dari berat ringannya gangguan saraf yang terjadi. Untuk pasien CTS dengan gejala yang ringan sampai sedang, terapi konservatif (tanpa operasi) menjadi pilihan utama dengan tingkat keberhasilan yang bisa mencapai 93%. Terapi konservatif ini meliputi modifikasi aktivitas sehari-hari, pemasangan wrist splinting, obat-obatan, ultrasound, exercise, dan yoga. Kombinasi terapi dikatakan lebih efektif daripada hanya 1 modalitas terapi.

Beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memprediksi kegagalan terapi konservatif, diantaranya:

  • Gejala yang sudah lebih dari 10 bulan
  • Usia lebih dari 50 tahun
  • Kesemutan atau rasa nyeri yang menetap
  • Gangguan diskriminasi 2 titik (>6 mm)
  • Tanda Phalen yang positif kurang dari 30 detik
  • Hasil pemeriksaan elektrodiagnostik yang menunjukkan pemanjangan latensi motorik dan sensorik

Untuk pasien dengan gejala CTS yang sedang-berat dan menetap (mati rasa dan nyeri, fungsi tangan berkurang, atau otot-otot tangan mengecil), durasi gejala yang lama (lebih dari 6 bulan), dan dikonfirmasi dengan elektrodiagnostik ada gangguan pada n. medianus disarankan untuk dilakukan pembedahan dekompresi. Pembedahan sebelum 6 bulan dimungkinkan pada pasien CTS yang tidak mengalami perbaikan dalam 6 minggu terapi konservatif, atau gejalanya sering kambuh setelah perbaikan awal dengan terapi konservatif.

Seiring waktu, CTS dapat menimbulkan kerusakan saraf yang permanen, bahkan akan cenderung bertambah buruk bila dibiarkan (seperti: otot-otot tangan mengecil dan kekuatan menggenggam berkurang). Untuk itu, bila anda menemukan gelaja-gejala tersebut di atas segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Be Healthy, Be Happy! 🙂