Select Page

Meningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh proses peradangan pada selaput jaringan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Meningitis dapat diderita pada semua usia dari balita sampai dewasa. Kejadian meningitis di negara berkembang 10 kali lebih tinggi dibanding negara maju dan merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menimbulkan kecacatan seperti ketulian, gangguan daya ingat, kelumpuhan, kejang, bahkan kematian. Untuk itu, ketepatan diagnosis dan penanganan menjadi kunci untuk menyelamatkan penderita meningitis.

Apa penyebab meningitis?

Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh bakteri spesifik/non spesifik, virus, parasit, atau jamur. Pada orang dewasa, gangguan imun merupakan faktor risiko penting terjadinya meningitis. Sumber infeksinya bisa berupa perluasan infeksi dari struktur di dalam kepala (seperti sinusitis dan infeksi telinga dalam), trauma kepala, atau sumber infeksi dari organ lain yang menyebar lewat darah (hematogen) seperti infeksi pada paru dan diare. Beberapa laporan juga menyebutkan ada obat-obatan yang menyebabkan meningitis. Pada pasien dengan transplantasi organ juga sering dijumpai meningitis dikemudian hari.

Meningitis dapat menular melalui cairan ludah pasien meningitis ataupun terhirup oleh orang di sekitar. Berbagi perabotan sehari-hari seperti piring, sendok, handuk yang tidak bersih dengan pasien meningitis juga dapat menularkan penyakit ini.

Apa gejala dan tanda meningitis?

Gejala meningitis umumnya muncul dan berkembang dalam beberapa hari sampai minggu, tergantung dari penyebab. Tiga gejala meningitis yang sering dijumpai adalah nyeri kepala, kaku kuduk, dan panas badan. Sekitar 80-95% pasien meningitis mengeluhkan nyeri kepala hebat yang disertai panas badan. Gejala lain dapat berupa sensitif terhadap cahaya (photophobia), muntah, gelisah, sulit diajak berkomunikasi, dan bila melibatkan bagian otak yang lebih luas dapat menimbulkan kejang.

Dari pemeriksaan, pada pasien meningitis dapat dijumpai tanda perangsangan meningeal seperti kekakuan pada leher untuk ditekuk ke depan (kaku kuduk) dan nyeri ketika sendi panggul dan lutut ditekuk. Selain dari gejala di atas, pemeriksaan neurologis yang lebih dalam perlu dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin keterlibatan susunan saraf pusat.

Bagaimana menegakkan diagnosis meningitis?

Untuk menegakkan diagnosis meningitis tidak cukup dengan melihat gejala dan tanda di atas. Kaku kuduk misalnya, selain meningitis, perdarahan subaraknoid juga dapat menimbulkan tanda ini (araknoid merupakan lapisan dari meningen). Dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium untuk melihat penanda infeksi, rontgen dada untuk melihat ada tidaknya sumber infeksi di paru, pemeriksaan imaging kepala (CT-sken dan/atau MRI) untuk melihat adanya komplikasi hidrosefalus dan menyingkirkan penyebab lain, serta pungsi lumbal.

Pungsi lumbal adalah sebuah prosedur untuk mengambil cairan otak melalui penyuntikan di daerah punggung bawah. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan baku emas (gold standar) yang wajib dilakukan (bila tidak ada penyulit) untuk menegakkan diagnosis dan mencari penyebab meningitis, apakah bakteri, virus atau jamur.

Bagaimana pengobatan meningitis?

Dengan diketahui penyebabnya, pengobatan yang tepat dapat dilakukan. Punksi lumbal perlu diulang kurang lebih 1 minggu setelah pengobatan untuk melihat perkembangan dan keberhasilan pengobatan.

Pengobatan meningitis dimulai sejak awal tanpa menunggu hasil dari punksi lumbal. Dari tanda dan gejala yang ada, dokter dapat menduga penyebab yang mungkin dari meningitis. Ketika dicurigai ke arah meningitis bakteri maka diberikan antibiotika. Bila virus diduga sebagai penyebab, maka perlu pemberian antivirus. Begitu juga ketika tuberkulosis (TB) yang diduga sebagai penyebab, maka perlu diberikan obat anti TB. Selain itu, perlu juga diberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan otak yang meningkat. Bila penyebab tekanan yang meningkat ini berupa sumbatan di saluran cairan otak, tindakan operasi perlu dilakukan. Selain itu obat-obatan untuk mengurangi gejala seperti panas, nyeri kepala, dan kejang juga diperlukan.

Bagaimana tingkat kesembuhan meningitis?

Tingkat kesembuhan atau prognosis pasien meningitis sangat tergantung dari usia, penyebab, status imun, waktu diagnosis dan memberi terapi, serta komplikasi yang ada. Dengan penanganan yang tepat, penyakit ini pada umumnya dapat diatasi, walaupun kematian dapat disebabkan oleh hebatnya respon imun pada pasien. Pasien meningitis TB dapat dikelompokkan menjadi stadium awal, pertengahan dan stadium lanjut tergantung dari gejala yang ada. Dikatakan pada stadium lanjut memiliki tingkat kematian sampai 87%. Pasien tua dengan tingkat kesadaran yang rendah memiliki prognosis yang buruk.

Bagaimana mencegah tertular meningitis?

Jauh lebih baik mencegah daripada mengobati. Membiasakan hidup sehat yang dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak membiasakan berbagi makanan/minuman dengan perabot yang sama, mempertahankan imun tubuh dengan berolahraga, makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup adalah cara yang efektif untuk mencegah terlular meningitis. Beberapa meningitis dapat dicegah dengan vaksin tertentu, seperti pemberian vaksin pada mereka yang akan berangkat ibadah haji.

Artikel di atas dimuat di kolom Kesehatan, majalah Bali Post edisi 41, 9-15 Juni 2014, hal. 24-25

artikel_meningitis_bali_post

Klik gambar untuk memperbesar tampilan