Select Page

Setiap tanggal 26 Maret dunia memperingati Purple Day, sebuah gerakan global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai epilepsi. Banyak mitos yang beredar tentang epilepsi. Masih banyak masyarakat yang menganggap epilepsi sebagai penyakit kutukan, guna-guna, kerasukan, gangguan jiwa atau mental. Ada juga yang menganggap sebagai penyakit menular sehingga harus dijauhi. Stigma buruk pada penyandang epilepsi inilah yang harus diluruskan sehingga mereka dapat hidup tanpa merasa rendah diri. Berikut sedikit informasi atau fakta tentang epilepsi.

Apakah Epilepsi itu?

Epilepsi adalah suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan berulang berselang lebih dari 24 jam. Bangkitan kejang disebabkan oleh aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang biasanya tidak berlangsung lama, namun bisa menakutkan. Epilepsi bukanlah jenis penyakit mental atau gangguan intelektual. Umumnya tidak akan mempengaruhi seberapa baik Anda berpikir atau belajar. Epilepsi bukanlah penyakit menular.

Apakah setiap kejang adalah Epilepsi?

Tidak setiap kejang adalah epilepsi. Ada kejang bukan epilepsi yang didasari oleh faktor psikogenik yang disebut dengan Psychogenic non-epileptic seizures (PNES). Bangkitan epilepsi dapat berupa kejang menghentak-hentak, rasa kesemutan, mengecap-ngecap seperti orang mengunyah makanan, pingsan, bahkan bengong,  yang muncul secara tiba-tiba, sementara, dan berulang lebih dari 24 jam dengan pola yang sama.

Awalnya saya pikir anak saya hanya melamun biasa karena mungkin ada masalah psikis, namun anehnya dia tetap tidak tersadar biar dikejutkan sekalipun. Pandangan mata kerap kosong, bola mata kadang bergerak memandang ke atas dan berkedip dengan cepat kadang juga mulutnya sambil mengecap. Ketika serangannya pendek, dia kelihatan hanya menatap kosong. Kemudian dia akan meneruskan aktivitasnya tanpa menyadari apa yang terjadi. [Anakku Menderita Epilepsi?]

Selain itu, terdapat pula beberapa situasi atau kondisi yang menyerupai bangkitan epilepsi, seperti sinkope, gangguan gerak berupa gerakan involunter, dan histeria.

Apakah penyebab Epilepsi?

Sebagian besar penyebab epilepsi belum diketahui, kelompok ini dimasukkan ke dalam epilepsi idiopatik. Sedangkan bila penyebabnya diketahui, dapat dimasukkan ke dalam kelompok epilepsi simtomatik. Adapun penyebabnya antara lain gangguan peredaran darah otak seperti stroke, infeksi otak, trauma kepala, penyakit autoimun seperti serebral lupus, gangguan metabolik dan hormonal, serta tumor otak. Ada juga kelompok epilepsi kriptogenik yang diyakini ada penyebabnya namun belum diketahui.

Pencetus epilepsi pada setiap orang berbeda. Penyandang epilepsi harus peka dalam mengamati faktor yang mungkin dapat mencetuskan epilepsi seperti alkohol, kafein, telat makan, panas badan, kurang tidur, stres, menstruasi, putus obat atau minum obat tidak teratur, bahkan pada penyandang epilepsi yang fotosensitif, epilepsi dapat dicetuskan oleh rangsangan cahaya dan menonton televisi.

Bagaimana mendiagnosis Epilepsi?

Epilepsi adalah suatu diagnosis klinis. Wawancara untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai seperti apa bangkitannya, seberapa lama dan seringnya berulang, bagian tubuh mana yang kejang, apakah terdapat gangguan kesadaran atau tidak, apa yang dirasakan sebelum serangan memegang peranan yang sangat penting. Informasi ini bisa didapat dari pasien, keluarga, atau orang yang kebetulan melihat serangan epilepsi.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan fisik umum dan neurologis, pemeriksaan laboratorium melalui darah untuk menyingkirkan penyebab yang mungkin. Pada beberapa kasus seperti kejang yang disebabkan oleh infeksi diperlukan pengambilan cairan sumsum tulang (lumbal punksi). Diperlukan juga pemeriksaan imaging seperti CT Scan (Computed Tomography) dan/atau MRI (Magnetik Resonance Imaging) kepala yang disesuaikan dari pemeriksaan neurologis yang didapat.

EEG_epilepsi

Pemeriksaan EEG

Pemeriksaan yang rutin dikerjakan untuk membantu menegakkan diagnosis epilepsi adalah EEG (Electroencephalography), yang dapat mencatat perubahan aktivitas listrik otak. Namun hasil yang normal tidaklah menyingkirkan diagnosis epilepsi.

Bagaimana pengobatan Epilepsi?

Ada berbagai jenis obat anti epilepsi (OAE). Pemilihan OAE disesuaikan dengan jenis bangkitan epilepsi dan situasi individual penyandang epilepsi. Studi menunjukkan OAE efektif mengontrol bangkitan pada sebagian besar penyandang epilepsi. Peranan keluarga atau orang terdekat sangat penting dalam proses pengobatan. Ketika memulai terapi, kejang masih mungkin terjadi karena OAE memerlukan waktu untuk mencapai dosis yang diperlukan. Hal ini sangat berbeda pada setiap individu.

Pengobatan epilepsi memerlukan waktu yang cukup panjang. Setelah pengobatan 2 sampai 5 tahun bebas kejang, penyandang epilepsi perlu melakukan pemeriksaan EEG ulang. Bila hasilnya normal dan tidak ada gejala yang lain atau perubahan pola kejang, OAE dapat diturunkan secara bertahap. JANGAN menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa anjuran dokter. Bila terdapat perubahan pola kejang dan efek samping obat, segera konsultasikan ke dokter.

Apakah epilepsi dapat disembuhkan?

Tergantung jenis epilepsinya. Ada sindroma epilepsi yang termasuk “jinak” pada anak-anak dan bisa “sembuh” tanpa pengobatan ketika dewasa. Namun secara umum, seperti yang sudah disebutkan di atas, dengan minum obat epilepsi secara patuh dan menghindari faktor pencetus maka epilepsi dapat terkontrol. Setelah 2-5 tahun, bila tidak ada kejang dan EEG normal maka obat epilepsi dapat diturunkan bertahap sampai dihentikan. Tidak sedikit penyandang epilepsi yang pada akhirnya terbebas dari kejang dan minum OAE.

Keberhasilan pengobatan epilepsi memerlukan kerja sama dari penyandang, dokter, keluarga, dan juga peranan orang-orang di sekitar penyandang epilepsi. Mendapatkan informasi yang benar tentang epilepsi adalah penting agar tidak terjebak oleh mitos-mitos yang menyesatkan.

Sekian sedikit fakta tentang epilepsi. Semoga informasi ini bermanfaat. Untuk informasi lebih lanjut tentang epilepsi dapat menghubungi Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi Indonesia (PERPEI).

Be Healthy, Be Happy!