Select Page

Karena setiap orang memiliki kisahnya sendiri… maka inilah cerita tentang aku, neurointervensi, dan India…

Lima tahun yang lalu saat aku menyelesaikan studiku sebagai seorang dokter spesialis saraf di Universitas Udayana, Bali, tidak terpikirkan sedikit pun hari ini aku akan berada di New Delhi, India untuk melanjutkan studi di bidang Neurointervensi. Semua mengalir begitu saja. Dari mulai dengar tentang apa itu neurointervensi, mengikuti prosedur-prosedur neurointervensi yang dikerjakan di RS tempatku bekerja, akhirnya aku jatuh cinta. Begitu mendapat tawaran apakah berminat untuk melanjutkan di bidang ini, tanpa pikir panjang aku jawab “iya”. Kemudian semua berproses dengan mengirimkan lamaran tanggal 26 September 2016 sampai kemudian tanggal 15 Maret 2017 mendapatkan jawaban kalau diterima dan akhirnya 28 April 2017 aku berangkat ke barat (India) untuk mencari “kitab suci” Neurointervensi selama 1 tahun ke depan. Pasti akan tidak mudah… Namun aku ingin blog ini mencatat sedikit perjalanan itu. Selamat menikmati…

Mobil di depan Indira Gandhi International Airport

Aku berangkat dari Ngurah Rai International Airport, Bali dengan SQ949 jam 21:45 pm. Tiba di Changi International Airport, Singapore jam 12:20 am (tidak ada perbedaan waktu), transit selama 2 jam kemudian berangkat dengan SQ402 jam 2:23 am dan tiba di Indira Gandhi International Airport, New Delhi jam 5:40 am waktu setempat (waktu di New Delhi lebih lambat 2 jam 30 menit dibanding di Bali).

Tentang Kota

New Delhi adalah kota yang padat. Populasinya mencapai 18 juta jiwa. Bandingkan dengan pulau Bali yang 4 juta jiwa atau Jakarta yang 10 juta jiwa. Padatnya populasi New Delhi tercermin dari padatnya lalu lintas di sana. Jangan heran kalau bunyi bel saling bersautan di jalanan kota. Tak jarang kita jumpai angkot yang bertuliskan “Honk me please” (klakson saya donk) di belakangnya.

Jangan kaget pula kalau kita juga bisa menjumpai gerombolan sapi yang berjalan di jalanan kota. Pernah aku mengungkapkan keherananku tentang banyaknya sapi di jalan ke salah seorang fellow dari India. Kemudian dijawab dengan santai, “Lalu di mana seharusnya mereka (sapi) berada?”.

Sapi di jalanan India

Sapi di jalanan India

Kita bisa menjumpai beberapa musim di sini. Musim dingin sekitar Desember-Januari dengan suhu 5-25°C, musim semi Februari-Maret dengan suhu 20-25°C, musim panas April-Juni dengan suhu 25-45°C, musim hujan antara Juli-pertengahan Septermber dengan suhu 30-35°C, dan musim gugur antara bulan September-November dengan suhu udara 20-30°C. Karena aku datang bulan April akhir, otomatis disambut hangat matahari pagi… iya, meski masih pagi tapi udaranya cukup panas dan kering.

29 April 2017 pukul 7 pagi, matahari sudah segede Gavan!

Aku tinggal di daerah Saket dekat Gandhi Park di seberang Max Super Speciality Hospital. Jaraknya sekitar 40 menit dari airport. Tempatku tinggal adalah tempat yang sudah turun-temurun ditempati oleh fellow dari Indonesia. Dulu banyak tindakan neurointervensi yang dikerjakan di Max Hospital, jadi kalau ke RS tinggal nyebrang jalan. Belakangan ini banyak tindakan dilakukan di Neo Hospital di Noida. Noida sebuah kota sebelah timur New Delhi. Bila ditempuh dengan mobil memakan waktu sekitar 45 menit dari home stay. Bila menggunakan publik transport seperti Metro perlu waktu sekitar 1 jam 30 menit. Metro-nya sendiri cukup nyaman dan murah, Delhi Metro sebagai pengelola Metro yang ada di New Delhi ternyata juga menjadi konsultan MRT yang sedang dikerjakan di Jakarta.

Gandhi Park tampak dari balkon kamar

Tupai ini tinggal di Gandhi Park dan sering main ke rumah depan balkon kamar

Tempat tinggalku juga dekat dengan mall DLF Place Saket dan Select Citywalk. Sekitar 10 menit berjalan kali. Lumayan kalau jenuh bisa nongkrong ke sini. Ada foodcourt juga di lantai atas, jadi aman urusan makan kalau males masak sendiri.

Select Citywalk

Ok, sekian dulu posting perdana di India. Sekaligus posting pertama setelah 2 tahun lebih tidak menulis blog. Untuk transportasi, biaya hidup di India, maupun tentang kota Noida akan aku posting kapan-kapan yaa. Khususnya untuk biaya hidup, mungkin perlu dilihat setelah 3 bulan. Hehe.