Select Page

Bersyukur di New Delhi ada Metro, transportasi publik massal yang sudah terintegrasi baik dengan tata ruang kota. Sebagian besar jalurnya ada di bawah tanah (sampai 2 lapis), namun sesekali juga muncul ke permukaan sehingga kita bisa menikmati pemandangan kota. Metro-nya juga bersih dan teratur. Di setiap metro ada 1 gerbong khusus perempuan (gerbong paling depan), dan di setiap gebongnya selalu ada tempat duduk untuk perempuan, orang tua, dan disabilitas. Jangan takut ketinggalan kereta, karena kurang dari 10 menit sudah ada Metro lain yang datang. Meski pada jam dan rute tertentu jumlah penumpang bisa sangat membludak tapi mereka terus berbenah dan membangun rute baru. Jadi mau kemana-mana enak… tinggal naik Metro. Harganya pun cukup murah, meski tanggal 10 Mei kemarin tarif Metro mengalami kenaikan dan kabarnya akan naik lagi tanggal 1 Oktober 2017. Sistem pembayarannya ada dua, dengan koin dan kartu. Kalau untuk tinggal lebih dari 3 bulan sih disarankan menggunakan kartu agar ga antre beli koin setiap mau naik Metro. Oh iya, pengembang Delhi Metro ini juga menjadi konsultan untuk pembangunan MRT di Jakarta.

Selain Metro, Oto (atau Bajaj) adalah transportasi publik yang sangat mudah dijumpai di New Delhi. Biasanya sebagai feeder ke stasiun Metro dan juga dari Metro ke tempat tujuan. Kecil-kecil begini, Oto bisa menampung 5 penumpang. Ada juga Oto khusus perempuan, bisa dilihat dari catnya yang berwarna merah muda. Naik Oto mesti bisa nawar, kalau ngga bisa dapet harga yang sama/lebih mahal dari Uber. Oiya, Uber juga ada di sini. Tidak seperti di Bali, di sini Uber resmi diakui dan bisa direquest di airport. Jadi sebelum naik Oto, biasanya cek dulu harga di Uber. Hehe.

Untuk tranportasi lain seperti Taxi, kereta api, bis kota, dan tradisional rickshaw (semacam becak) aku belum bisa komentar banyak karena belum mencoba. Kata teman, bis kotanya tidak direkomendasi karena kurang nyaman dan aman.